Tampilkan postingan dengan label mobil esemka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil esemka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Mobil Kiat Esemka Tunggu Hasil Uji Emisi

Mobil Esemka terus menjadi obrolan hangat di mana-mana. Sejak Walikota Solo, Jokowi bersama wakilnya membeli dan menjadikannya sebagai mobil dinas, produsen mobil Kiat Esemka pun kebanjiran pesanan dari seluruh Indonesia. Konon kini pesanan Esemka sudah mencapai angka hingga 10.000 unit mobil.


Kasubdit sarana angkutan jalan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pusat, Toto Norwit Jaksono berharap izin Esemka bisa segera keluar. Toto sempat mengunjungi tempat perakitan Kiat Esemka Solo Technopark dan menjajal mobil tersebut.

Menurut Toto mobil Kiat Esemka sudah memenuhi syarat untuk mengikuti uji kelayakan meski harus menunggu pemeriksaan dan lolos uji emisi lebih dulu. Jika lolos, Dirjen Perhubungan bisa mengeluarkan surat uji tipe yang nantinya dipakai untuk mengeluarkan kelengkaan surat-surat seperti STNK dan BPKB.

Senin, 06 Februari 2012

20 Mobil Esemka Disiapkan sebagai Kendaraan Operasional TNI AD

Mobil Esemka makin tersohor aja pamornya, setelah beberapa pejabat melirik mobil tersebut kini Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat atau Pangkostrad, Azmyn Yusri Nasution berminat membeli mobil rakitan siswa SMK,  Esemka.


Setelah melakukan uji coba mobil Esemka tersebut di Solo Techno Park Kota Surakarta, Azmyn menyatakan ingin memesan 20 mobil. Menurut Azmyn, mobil Esemka ini akan menjadi kendaraan dinas operasional TNI Angkatan Darat. 

"Hebat...mantap! Performance-nya tidak kalah dengan mobil lain, harga mobil Esemka juga murah, dan kualitasnya sudah teruji. Ini adalah kreatifitas siswa-siswa SMK, sangat membanggakan! Saya mau pesan mobil Esemka ini, makanya saya datang, saya pesan 20 mobil. Nanti akan menjadi kendaraan dinas TNI. Mobilnya akan dicat hijau dan penampilannya dibuat lebih garang, berwibawa, plat nomornya pun plat dinas TNI. Mobilnya untuk operasional para kepala satuan di TNI-AD,” terangnya.

Lebih lanjut Azmyn mengungkapkan kendaraan militer yang dipakai TNI selama ini sudah uzur dan masih ada yang tidak layak. Dua jenis mobil rakitan Esemka yang diminati Pangkostrad tersebut akan dijadikan kendaraan dinas TNI yaitu sedan SUV Rajawali berkapasitas mesin 2000 cc dan jenis Sedan kabin ganda berkapasitas 2500 cc.

Esemka Hasil Karya Siswa SMK

Mobil Esemka merupakan hasil kerja keras beberapa siswa SMK di Indonesia tepatnya daerah Surakarta (Solo). Mobil ini mungkin sedang jadi trend ketika Walikota Solo mengganti mobil dinasnya dengan Mobil Esemka. Dalam hal ini Mobil Esemka masih dalam pengembangan guna menciptakan Mobil Esemka yang mampu bersaing. siswa perakit mobil terus berusaha agar terus berinovasi dan mampu menciptakan generasi penerus setelah Esemka.


MobilEsemka disebut-sebut akan menjadi tonggak awal kebangkitan industri nasional. berbagai lapisan masyarakat memberikan respon positif terhadap lahirnya mobil Esemka sebagai mobil asli Indonesia. Harga dari mobil ini cukup murah untuk kelasnya yaitu berkisar 90-120 juta. Ini membuat makin banyak yang ingin membeli mobil bermesin Kiat motor ini karena harga yang terjangkau dari mobil Esemka.

Jumat, 03 Februari 2012

Mengenal Mobil-Mobil Esemka

Mobil Esemka buatan Siswa SMK Solo dan Kiat Motor banyak yang ingin memesan, setelah Jokowi menggunakan mobil tersebut sebagai mobil dinasnya kini mobil tersebut makin naik pamornya dan dilirik sebagian masyarakat


Peminat mobil Esemka sudah mencapai luar pulau Jawa, bahkan perancang mobil Esemka, Sukiyat sudah mendapat telepon dari luar Jawa, ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Bali, Jakarta hingga Sulawesi  mereka menanyakan kapan mobil Esemka akan diJual...!

Sukiyat mengatakan, sudah banyak masyarakat yang ingin memesan mobil merek KiatEsemka tersebut. " Ketika pameran, sampai banyak sekali yang antre ingin membeli. Terlebih sejak kemarin mobilnya dipakai Pak Jokowi, masyarakat yang ingin memesan jumlahnya lebih banyak.

Saat ini komponen lokal dalam mobil tersebut sekitar 80 persen , sedangkan sisanya sekitar 20 persen komponennya masih kita impor.  Adapun yang harus diimpor seperti ring seker, metal duduk, krek as dalam mesin.

Untuk sementara, mesin, body, interior dan eksterior merupakan buatan lokal sedangkan blok mesin hasil cor-coran besi dibuat di Batur Klaten. Sedangkan body dan chasis itu buatan saya dan siswa SMK.

Kamis, 02 Februari 2012

Tanggapan Dubes Jerman Untuk Esemka

Kedatangan Dubes Jerman ke kota Solo dimanfaatkan mengunjungi Solo Tekno Park( STP) untuk melihat pembuatan mobil Esemka. Saat berada di STP, Dubes Jerman didampingi Wali Kota Solo Joko Widodo.

Lembaga GIZ dari jerman selama ini telah bekerja sama dengan Solo Tekno Park. Kebetulan saat saya bertemu dengan Pak Dubes tiga hari lalu, malah dia menyampaikan keinginan datang untuk melihat pembuatan Esemka di Solo

Jokowi mengatakan, Dubes Jerman menyempatkan diri mengunjungi STP, sekaligus melihat produk Esemka. “Lembaga GIZ dari jerman membantu solo, terutama terkait pengembangan produk mobil Esemka. Misalnya, bantuan teknisi, atau juga finishing line, dan sebagainya. Kebetulan, kata Jokowi lagi, dirinya pernah mengunjungi pabrik mobil Mercedes Benz di Jerman. “Teknologinya memang bagus. Nah misalnya, ada pendampingan dari sisi teknisi untuk memperbaiki produk, untuk memperbaiki quality controlnya, tentu produk Esemka akan lebih baik.

Sejauh ini, Dubes Jerman mengakui telah banyak mengetahui tentang Esemka melalui pemberitaan di media massa maupun laporan dari stafnya. Oleh karena itu, dia ingin melihat mobil Esemka secara lebih dekat.

Selasa, 31 Januari 2012

Mobil Esemka Patua Dibanderol Rp 50 Juta-an

Mobil hasil produksi siswa SMKN 2 Surabaya atau yang lebih dikenal dengan SMK Patua dibanderol Rp.50 juta. Bahrun selaku penanggung jawab mobil tersebut menegaskan, harga mobil Esemka Patua itu sangat terjangkau.




Meski begitu pemesan mobil Esemka Patua tak perlu cemas tidak mendapatkan mobil tersebut. Dalam waktu dekat, SMKN 2 Surabaya segera memenuhi pesanan mobil truk mini karya siswanya  atau yang dikenal dengan SMK Patua. Nama sekolah ini pula yang diabadikan menjadi nama mobil rakitan siswa tersebut.

Mobil Esemka Patua yang bermesin 1.500 CC itu sukses di uji cobakan. Secara umum hasilnya bagus dan nyaman. Hanya setirnya yang berat karena belum power stering. Tercatat sudah 15 orang order dibuatkan mobil ini

Kamis, 26 Januari 2012

Esemka Rajawali Bisa Dipesan Sesuai Selera, Harga Sekitar Rp 150 Jutaan

Ingin mengikuti jejak Walikota Solo menggunakan mobil Esemka Rajawali? Bisa kok bergaya-gayaan dengan mobil Esemka tersebut.  SMK Warga Surakarta sudah membuka pintu pemesanan. Harga jualnya sekitar Rp 150 jutaan.



Pemesenan SUV ESEMKA Rajawali bisa dipesan sesuai keinginan pembeli seperti cat dan kelengkapan fitur-fiturnya bisa dipesan sesuai selera. Kasmadi selaku Humas SMK Negeri 2 Surakarta mengatakan, pemesanan mobil Esemka bisa dikirim dalam waktu 3-4 bulan kedepan. 

Mobil Esemka Rajawali ini kan masih prototipe, tapi kalau ada yang mau beli bisa pesan, bedanya mobil Esemka ini bisa di custom sesuai selera pembeli karena ini buatan tangan. Kisaran mobil Esemka Rajawali harganya sekitar Rp 150 jutaan

SUV buatan anak SMK ini memiliki daya tampung 7 penumpang ini dan sudah mengusung fitur-fitur seperti power steering, power window, central lock, double blower, cd player, sensor parkir. Mesinnya berkapasitas 1.5 liter EFI, dengan tenaga mencapai 109 Dk bertransmisi manual 56 speed.

Pihak SMK Surakarta juga menerima pelayanan service berkala dan pengecekan. Komponen-komponennya juga murah dan banyak terdapat di pasaran. SMK Surakarta, sejauh ini sudah menyediakan dua jenis mobil nasionalnya yang siap aksi di jalan raya. Pertama ESEMKA Rajawali yang berjenis SUV dan satu lagi ESEMKA Digdaya yang berjenis double cabin.

Rabu, 25 Januari 2012

Tinggal Tambah Filter Knalpot, Mobnas Esemka Siap On the Road

Akhirnya kehadiran mobil Esemka sampai juga ke Jakarta. Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Joko Sutrisno pun sampai mengundang beberapa wartawan untuk berdiskusi soal mobil nasional buatan anak sekolahan tersebut.


Kabar baiknya, dalam dua bulan kedepan Esemka sudah bisa dijual secara umum. Sejauh ini, secara kualitas Esemka sudah layak, hanya masih terganjal masalah emisi saja, dimana standarnya minimal harus Euro 2.

Berbagai upaya sudah kita lakukan agar mobil Esemka bisa segera lolos uji emisi. Salah satunya, tinggal tune up mesin dan memasang filter di knalpot agar bisa memenuhi standar Emisi Euro 2

Joko pun menegaskan kalau segala bentuk perizinan Esemka untuk bisa masuk ketahap produksi akan rampung dalam waktu satu atau dua bulan ini, "Jadi sudah bisa On The Road.

Selasa, 24 Januari 2012

Mobil Esemka Digdaya

Mobil Esemka Digdaya kalau dilihat sepintas tampilan mobil Kiat Esemka Digdaya ini hampir sama dengan buatan Jepang dan Eropa. Baik bodi, mesin hingga fitur-fitur yang ada di mobil Esemka.

Seluruh komponen mobil Kiat Esemka 80 persen buatan lokal serta beberapa bagian dari rangka mobil pick up tersebut juga akan dilengkapi bahan alumunium yang bertujuan agar berat pick up ini nantinya akan jauh lebih ringan. Esemka Digdaya hasil buatan anak-anak SMK yang masih duduk dibangku SMK kelas 11 dan 12 yang didanai penuh Kementerian Pendidikan.

Kabin Esemka Digdaya ini teryata cukup luas dan terlebih di kursi belakang. Namun, terasa jarak antara kursi pengemudi dan batang kemudi terasa sempit. Namun, jarak pandang ke depan pengemudi cukup nyaman dengan meminimalisir blind spot.

Dengan bermodalkan mesin 1.500 cc DOHC dengan teknologi multi point injection. Mesin mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 hp pada putaran 5.500 RPM dengan torsi maksimum hingga 145 Nm pada 4.100 RPM, dengan sistem penggerak roda belakang.

Hanya saja kelemahannya di  tarikan pertama Mobil Esemka Digdaya terasa cukup berat di putaran mesin bawah. Namun, selanjutnya performa Digdaya mampu seimbang dan terasa stabil di putaran menengah dan atas.

Hasilnya, Digdaya ternyata cukup garang. Bahkan suara mesin mobil double cabin ini terdengar dari dalam ruang kemudi. Memasuki jalan yang padat, Digdaya juga terasa lincah bermanuver.

Ada bagian yang membedakan Digdaya dengan mobil buatan jepang, fitur berkendara seperti tuas lampu sein, lampu kota dan lampu jauh didesain seperti mobil Eropa, dimana letak tuas ada di sebelah kiri kemudi. Sedangkan di posisi kanan tuas dipergunakan untuk wifer deoan, air pembersih kaca depan dan kontrol spion elektrik.

Mobil Esemka Digdaya ini juga dilengkapi dengan AC doube blower yang dingin, serta head lamp kristal. Pelapis jok masih kain atau sama dengan bahan jok pada Toyita Innova. Panel instrument pada dashboard juga mudah dibaca. Sebauh hasil yang sangat memuaskan dari tangan-tangan kreatif siswa SMK ini

Jumat, 20 Januari 2012

Mobil Esemka Rajawali Banjir Pesanan

Semenjak Walikota Solo Joko Widodo mempopulerkan mobil Esemka Rajawali, kini kendaraan roda empat karya pelajar SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga Solo kebanjiran pesanan. Pesanan datang dari berbagai kalangan di antaranya datang dari kepala pemerintah daerah dan bahkan kalangan DPR.



Pengerjaan mobil ini di lakukan para siswa SMK dari tahap pembuatan mobil lalu sampai pengerjaan seluruh detail mesin mobil hingga interior dan suku cadang lokal mesin mobil ini. Seluruhnya mencapai 80 persen, sedangkan sisanya masih diimpor dari Australia. Saat ini siswa SMK Negeri Trucuk berhasil merakit hampir delapan unit mobil yang diberi merek Kiat Esemka.

Esemka Rajawali salah satu dari banyak mobil nasional buatan negeri sendiri yang dapat menarik perhatian tersendiri. Sebelumnya sudah ada mobil marlip (marmut listrik) yang dikembangkan LIPI dan Timor yang merupakan mobil nasional Tomy Soeharto yang bekerja sama dengan KIA Motor 

Selain mobil nasional yang disebutkan diatasa ada pula kancil, termasuk Texmaco Macan (berjenis minibus atau MPV) dan mobil AG-Tawon. Namun mobil-mobil produksi negeri sendiri akhirnya tenggelam. Hal itu disebabkan ketidakseriusan pemerintah mengembangkan mobil nasional.(AIS)

Kamis, 19 Januari 2012

Mobil Esemka Menjadi Trend ...

Mobil Esemka nama yang sering disebut-sebut dalam perbincangan seputar mobil nasional  akhir-akhir ini. Esemka sendiri yang sekarang di jadikan mobil dinas Walikota Jokowi yang mana mobil ini adalah hasil rakitan karya siswa anak SMKN 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta dan hasilnya  tidak kalah dengan hasil pabrikan mobil besar.

Semenjak mobil Esemka ini digunakan Jokowi, Walikota Solo sebagai mobil dinasnya makin banyak kalangan pejabat yang ingin memiliki juga. Namun mobil dengan nama Esemka Rajawali ini belum resmi sebagai mobil dinas karena belum ada ijin dari pemerintah. Bahkan hingga saat ini mobil Esemka menurut informasi akan di jadikan mobil nasional.

Pemesanan mobil Esemka mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan mobil Esemka Rajawali tidak kalah dengan mobil SUV yang telah dijual di pasaran. Adapun harga dan spesifikasi mobil Esemka yang akan menjadi produk mobil nasional karya siswa SMK N 2 dan SMK Warga Surakarta.

Harga Mobil Esemka
Harga yang ditawarkan untuk mobil Esemka Rajawali di banderol Rp. 95 juta of the road, sedangkan Rp 120 juta OTR, lebih murah di bandingkan dengan mobil jenis SUV lainnya hampir sampai 200 juta.

Spesifikasi Mobil Esemka
- Panjang : 5.035 mm
- Lebar : 1.690 mm
- Tinggi : 1.630 mm
- Bahan Bakar : Bensin
- kapasitas Mesin : 1.500 cc SOHC 4 silinder + multi point injection
- Transmisi : 6 (1-2-3-4-5-R)
- Max Speed : 180 Km/jam
- Max. Output : 105HP / 5.500 rpm
- Max Torque : 145 Nm / 4.100 RPM
- Power Stearing
- Central Lock System
- Power Windows
- Parking Censor
- Air Conditioner Dual Zone
- Audio System + CD
- Daya Tampung 7 Penumpang + Supir
Kapasitas daya tampung : Mampu menampung 7 penumpang, lebih banyak dibanding Rush dan CR-V.

Dimensi bodi Esemka Rajawali dengan panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm dan tinggi 1.630 mm kalau dibanding kan Honda CR-V lebih pendek dengan panjang 4.566 mm, lebar 1.820 mm dan tinggi 1.680 mm. Sementara Rush memiliki panjang 4.420 mm,lebar 1.745 mm,dan tinggi 1.740 mm.

Desain bodi Esemka SUV Esemka Rajawali memang masih agak kaku. Sisi aerodinamis Esemka kalah dari Rush dan Honda CR-V. Bahkan terlihat ada beberapa bagian eksterior Esemka yang mencomot desain mobil lain.


Mesin : mobil Esemka Rajawali  mengusung mesin 1.500cc DOHC dengan teknologi Multi Point Injection. Tenaga mesin mumpuni sebesar 105 hp pada putaran 5.500 RPM ditambah torsi maksimumnya sampai 145 Nm pada 4.100 RPM, denga sistem penggerak roda belakang.

Fitur : Esemka Rajawali dilengkapi fitur elektronik mirip SUV lainnya, seperti 
- Power steering, 
- Central lock, 
- Power windows, 
- AC dual zone, 
- Sensor parkir, dan CD player. Namun kekurangannya belum memiliki Airbag, tidak seperti SUV Rush, Terios atau CR-V.