Tampilkan postingan dengan label tips karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips karir. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

Mempertahankan Pekerjaan Baru

Selamat! Anda telah berhasil memenangkan persaingan dengan beberapa kandidat lain untuk mendapatkan posisi di sebuah perusahaan. Tahap menjalani pekerjaan barupun dimulai. Inilah beberapa tips agar Anda tak hanya mampu menjalani hari-hari pertama bekerja namun juga mempertahankan pekerjaan tersebut beserta citra profesional Anda.

Pahami peran dan harapan
Ketahui dengan jelas peran Anda di tempat kerja dengan deskripsi kerja. Tanyakan hal-hal yang masih membingungkan pada rekan kerja atau atasan. Jadilah pribadi yang dapat bekerja sama dalam tim. Selain itu, pahami juga sejauh mana atasan mengharapkan hasil kerja Anda agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ekspektasi kerja ini. Bila memungkinkan, untuk mencapai harapan atasan, Anda dapat meningkatkan keahlian dengan pelatihan atau workshop.

Menjaga kepercayaan
Direkrutnya Anda menjadi bagian dari perusahaan adalah bentuk kepercayaan pimpinan terhadap diri Anda. Jagalah kepercayaan ini dengan membangun hubungan positif dengan semua rekan kerja dan pimpinan, serta mempertahankan performa kualitas kerja. Jangan sungkan berbicara dengan atasan bila Anda mulai merasa tidak bisa lagi mempertahankan performa kerja. Kejujuran dan komunikasi yang baik adalah salah satu kunci hubungan baik antara karyawan dan pimpinan.

Minta saran dan pendapat
Sehebat apapun Anda, pendapat dan masukan (feedback) atasan tetap dibutuhkan. Mintalah masukan atasan atas hasil kerja Anda dan jangan takut bila menerima kritikan. Jadikan kritikan sebagai wadah Anda berintrospeksi atas kekurangan-kekurangan dalam bekerja. Jadikan juga kritikan sebagai pemicu semangat Anda untuk berkembang dan berprestasi lebih baik lagi.

(mps)

Mempertahankan Pekerjaan Baru

Selamat! Anda telah berhasil memenangkan persaingan dengan beberapa kandidat lain untuk mendapatkan posisi di sebuah perusahaan. Tahap menjalani pekerjaan barupun dimulai. Inilah beberapa tips agar Anda tak hanya mampu menjalani hari-hari pertama bekerja namun juga mempertahankan pekerjaan tersebut beserta citra profesional Anda.

Pahami peran dan harapan
Ketahui dengan jelas peran Anda di tempat kerja dengan deskripsi kerja. Tanyakan hal-hal yang masih membingungkan pada rekan kerja atau atasan. Jadilah pribadi yang dapat bekerja sama dalam tim. Selain itu, pahami juga sejauh mana atasan mengharapkan hasil kerja Anda agar kelak tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ekspektasi kerja ini. Bila memungkinkan, untuk mencapai harapan atasan, Anda dapat meningkatkan keahlian dengan pelatihan atau workshop.

Menjaga kepercayaan
Direkrutnya Anda menjadi bagian dari perusahaan adalah bentuk kepercayaan pimpinan terhadap diri Anda. Jagalah kepercayaan ini dengan membangun hubungan positif dengan semua rekan kerja dan pimpinan, serta mempertahankan performa kualitas kerja. Jangan sungkan berbicara dengan atasan bila Anda mulai merasa tidak bisa lagi mempertahankan performa kerja. Kejujuran dan komunikasi yang baik adalah salah satu kunci hubungan baik antara karyawan dan pimpinan.

Minta saran dan pendapat
Sehebat apapun Anda, pendapat dan masukan (feedback) atasan tetap dibutuhkan. Mintalah masukan atasan atas hasil kerja Anda dan jangan takut bila menerima kritikan. Jadikan kritikan sebagai wadah Anda berintrospeksi atas kekurangan-kekurangan dalam bekerja. Jadikan juga kritikan sebagai pemicu semangat Anda untuk berkembang dan berprestasi lebih baik lagi.

(mps)

Senin, 25 Juni 2012

4 Tips Atasi Gugup Saat Wawancara Kerja

Cerdas dan memiliki keahlian saja tak cukup untuk menghadapi wawancara kerja. Dibutuhkan ketenangan untuk menjalaninya. Ingin mengatasi rasa gugup saat wawancara kerja? Simak tipsnya berikut ini.

Bersiap sebaik mungkin
Rasa gugup bisa datang karena ketidaksiapan kandidat menjalani wawancara kerja. Tidak adanya pemahaman akan pekerjaan yang dilamar dan ketidaktahuan akan perusahaan yang dilamar akan membuat Anda bingung dan gugup. Persiapkan wawancara sebaik mungkin. Lakukan browsing untuk mencari tahu seluk beluk perusahaan, dan pahami tugas posisi yang Anda lamar.

Rilekskan otot
Kandidat wawancara kerja begitu banyak hingga Anda harus menunggu lama? Seringkali, menunggu justru membuat seseorang semakin tegang. Karena itulah, rilekskan otot tangan, bahu, atau leher dengan singkat. Bila memungkinkan, ajak kandidat lain yang sedang menunggu giliran wawancara untuk mengobrol santai. Ini akan membantu mengendurkan syaraf-syaraf Anda yang tegang.

Bernafas dalam-dalam
Lupa pada susunan kata Anda saat menjawab pertanyaan dari pewawancara? Semangat tentu diperlukan saat wawancara kerja. Namun, jangan lupakan untuk mengatur nafas dengan baik. Tarik nafas dalam-dalam dan perlahan, agar tidak tampak dari luar. Oksigen yang mengalir ke otak dengan cukup akan membantu Anda berpikir lebih jernih sehingga mampu menjalani wawancara dengan baik.

Alihkan perhatian
Bila melihat langsung ke wajah pewawancara sering membuat Anda gugup, usahakan untuk mengalihkan fokus mata Anda saat memikirkan jawaban pertanyaan yang diajukan pewawancara. Misalnya, lihat lukisan di belakang pewawancara yang tak sudutnya tak terlalu jauh dari Anda. Dan, pandang mata pewawancara pada saat ia melontarkan pertanyaan saja.

(mps)

4 Tips Atasi Gugup Saat Wawancara Kerja

Cerdas dan memiliki keahlian saja tak cukup untuk menghadapi wawancara kerja. Dibutuhkan ketenangan untuk menjalaninya. Ingin mengatasi rasa gugup saat wawancara kerja? Simak tipsnya berikut ini.

Bersiap sebaik mungkin
Rasa gugup bisa datang karena ketidaksiapan kandidat menjalani wawancara kerja. Tidak adanya pemahaman akan pekerjaan yang dilamar dan ketidaktahuan akan perusahaan yang dilamar akan membuat Anda bingung dan gugup. Persiapkan wawancara sebaik mungkin. Lakukan browsing untuk mencari tahu seluk beluk perusahaan, dan pahami tugas posisi yang Anda lamar.

Rilekskan otot
Kandidat wawancara kerja begitu banyak hingga Anda harus menunggu lama? Seringkali, menunggu justru membuat seseorang semakin tegang. Karena itulah, rilekskan otot tangan, bahu, atau leher dengan singkat. Bila memungkinkan, ajak kandidat lain yang sedang menunggu giliran wawancara untuk mengobrol santai. Ini akan membantu mengendurkan syaraf-syaraf Anda yang tegang.

Bernafas dalam-dalam
Lupa pada susunan kata Anda saat menjawab pertanyaan dari pewawancara? Semangat tentu diperlukan saat wawancara kerja. Namun, jangan lupakan untuk mengatur nafas dengan baik. Tarik nafas dalam-dalam dan perlahan, agar tidak tampak dari luar. Oksigen yang mengalir ke otak dengan cukup akan membantu Anda berpikir lebih jernih sehingga mampu menjalani wawancara dengan baik.

Alihkan perhatian
Bila melihat langsung ke wajah pewawancara sering membuat Anda gugup, usahakan untuk mengalihkan fokus mata Anda saat memikirkan jawaban pertanyaan yang diajukan pewawancara. Misalnya, lihat lukisan di belakang pewawancara yang tak sudutnya tak terlalu jauh dari Anda. Dan, pandang mata pewawancara pada saat ia melontarkan pertanyaan saja.

(mps)

Jumat, 22 Juni 2012

4 Cara Membentuk Network yang Kuat

Pepatah lama berkata, "bukan masalah apa yang Anda tahu, tapi siapa yang Anda kenal." masih berlaku di dunia kerja. Mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang tak hanya akan memperbesar kesempatan memperoleh karir impian, bahkan juga bisa mengembangkannya. Apa saja cara agar jejaring alias network Anda terbangun lebih baik?

Mengikuti organisasi
Bergabung di organisasi atau komunitas sesuai minat akan memudahkan Anda memperoleh informasi ter-update seputar dunia kerja dan lowongan yang mungkin telah lama diincar. Jangan lupakan juga perkumpulan mahasiswa atau alumni. Menjaga komunikasi baik dengan teman seperjuangan semasa kuliah tentu akan memperkuat jejaring Anda.

Berpartisipasi dalam kegiatan atau kompetisi
Saat organisasi atau komunitas Anda mengadakan kegiatan, jangan malas untuk berpartisipasi. Anda tak pernah tahu siapa orang penting yang bisa ditemui saat acara itu berlangsung. Ikuti pula kompetisi yang berhubungan dengan keahlian karir Anda, agar tak hanya bermanfaat untuk mengasah skill tapi juga memperluas jejaring.

Aktif di media sosial
Saat ini, semua orang tak lagi asing pada situs jejaring sosial seperti Facebook atau LinkedIn. Gunakan situs jejaring sosial ini secara aktif. Jalin komunikasi berkelanjutan dengan teman seprofesi atau mereka yang dapat memberi Anda informasi seputar peluang kerja dan pengembangan skill dan karir.

Jangan lagi bersembunyi
Komunikasi baik adalah awal dari terbentuknya sebuah jejaring pertemanan. Karena itu, jangan hanya bersembunyi di tengah keramaian. Mulailah berkenalan dengan orang di seminar yang Anda hadiri, lalu mengobrol santai dan bertukar nomor kontak dengannya. Siapa tahu nomor kontak itulah yang membuka gerbang pengembangan karir Anda di masa depan.

(mps)

4 Cara Membentuk Network yang Kuat

Pepatah lama berkata, "bukan masalah apa yang Anda tahu, tapi siapa yang Anda kenal." masih berlaku di dunia kerja. Mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang tak hanya akan memperbesar kesempatan memperoleh karir impian, bahkan juga bisa mengembangkannya. Apa saja cara agar jejaring alias network Anda terbangun lebih baik?

Mengikuti organisasi
Bergabung di organisasi atau komunitas sesuai minat akan memudahkan Anda memperoleh informasi ter-update seputar dunia kerja dan lowongan yang mungkin telah lama diincar. Jangan lupakan juga perkumpulan mahasiswa atau alumni. Menjaga komunikasi baik dengan teman seperjuangan semasa kuliah tentu akan memperkuat jejaring Anda.

Berpartisipasi dalam kegiatan atau kompetisi
Saat organisasi atau komunitas Anda mengadakan kegiatan, jangan malas untuk berpartisipasi. Anda tak pernah tahu siapa orang penting yang bisa ditemui saat acara itu berlangsung. Ikuti pula kompetisi yang berhubungan dengan keahlian karir Anda, agar tak hanya bermanfaat untuk mengasah skill tapi juga memperluas jejaring.

Aktif di media sosial
Saat ini, semua orang tak lagi asing pada situs jejaring sosial seperti Facebook atau LinkedIn. Gunakan situs jejaring sosial ini secara aktif. Jalin komunikasi berkelanjutan dengan teman seprofesi atau mereka yang dapat memberi Anda informasi seputar peluang kerja dan pengembangan skill dan karir.

Jangan lagi bersembunyi
Komunikasi baik adalah awal dari terbentuknya sebuah jejaring pertemanan. Karena itu, jangan hanya bersembunyi di tengah keramaian. Mulailah berkenalan dengan orang di seminar yang Anda hadiri, lalu mengobrol santai dan bertukar nomor kontak dengannya. Siapa tahu nomor kontak itulah yang membuka gerbang pengembangan karir Anda di masa depan.

(mps)