Berikut adalah Panduan pengerjaan UAS Praktek E-Business beserta tutorialnya. Dimohon untuk diforward keteman2 lain yang Lain. Terima Kasih
Wassalamu'alaikum wr wb :)
BErikut Soal UAS nya :
1.TENTUKAN SEGMEN WEBSITE YANG AKAN DIBUAT
Sebelum membangun sebuah web, hal terpenting yang perlu Anda tahu dan pahami adalah segmen website. Apa segmen website yang Anda terapkan pada website yang akan Anda buat/bangun nantinya. Untuk kali ini segmen website yang akan dibuat adalah KATALOG ONLINE
2.BUATLAH SITE MAP WEBSITE ANDA
Sebelum Anda membuat website, buatlah site map (pemetaan website) sederhana menurut versi Anda. Dalam membuat site map gunakanlah metode yang paling mudah.
Pada kesempatan kali ini Anda bisa mengikuti site map berikut ini. Site map yang dibuat cukup sederhana dan yang terpenting mampu memberikan maksud yang jelas. Anda tinggal membuat site map baru yang disuaikan dengan usaha/produk yang akan Anda tawarkan.
3.TENTUKAN NAMA DOMAIN DI .CO.CC DAN DAFTARKAN DOMAIN ANDA DI HOSTINGAN GRATIS 000WEBHOST.COM
4.INSTAL JOOMLA ANDA DI 000WEBHOST.COM
5.TENTUKAN TEMPLATE WEBSITE ANDA
Apabila Anda sudah berhasil menginstal Joomla, langkah selanjutnya dalah menentukan template yang akan Anda gunakan pada website Anda. Anda bisa mencarinya sendiri diinternet. Ingat! Template yang akan Anda gunakan harus disesuaikan dengan Site Map website Anda.
Apabila Anda sudah berhasil menginstal Joomla, langkah selanjutnya adalah menentukan template yang akan Anda gunakan pada website Anda. Anda bisa mencarinya sendiri diinternet. Ingat! Template yang akan Anda gunakan harus disesuaikan dengan Site Map website Anda.
6.GANTI HEADER WEBSITE ANDA SESUAI TEMA PRODUK YANG ANDA TAWARKAN
7.PERSIAPKAN KONTEN / TULISAN YANG DIBUTUHKAN
Setelah Anda merasa nyaman dengan tampilan website Anda, sekarang waktunya Anda mulai untuk mengisi konten-konten apa saja yang akan Anda publikasikan pada website Anda. Disarankan untuk mengetikkan konten-konten Anda pada terlebih dulu pada Notepad.
Hal ini dimaksudkan agar pada saat Anda akan membuat konten, Anda cukup melakukan copy paste artikel yang akan Anda publikasikan. Ingat! Konten-konten yang akan Anda buat harus disesuaikan dengan menu-menu yang telah Anda buat pada site map.
8.MASUKKAN KONTEN YANG TELAH DIBUAT
9.MEMBUAT MENU BERDASARKAN SITE MAP DAN KONTEN YANG TELAH DIBUAT
10.MENAMBAHKAN MODULE YANG DIPERLUKAN
Ada beberapa module yang perlu ditambahkan pada website yang akan dibuat. Diantaranya :
-Module Yahoo Messenger Status
-Module Shotbox sederhana
-Module Randome Inage
-Visite Counter
11.BUAT TAMPILAN WEBSITE ANDA SEMENARIK MUNGKIN
12.METODE PENILAIAN
-Website Anda harus Online. Tidak harus menggunakan domain.co.cc atau hosting di 000webhost.com. Apabila Anda memiliki pengalaman membuat domain dan hosting gratis ditempat lain, dipersilahkan untuk menggunakannya.
-Jika ingin menambahkan dari yang ditulis diatas, akan mendapat nilai tambah
-Kirim Nama domain website Online beserta nama lengkap Anda ke email linawildana[at]yahoo.com paling lambat tanggal 28 Januari Pkl 23.59 WIB.
-Sebagai pedoman pembuatan website, akan dikirim tutorial pembuatan dan joomla secara berkala keemail Anda.
-Jika ada yang ingin ditanyakan bisa melalui email atau chat YM di linawildana[at]yahoo.com
Perubahan adalah benang merah yang mengalir melalui semua bisnis tanpa ukuran, industri dan usia. Dunia kita berubah cepat dan, dengan demikian, organisasi harus berubah dengan cepat juga. Organisasi yang menangani perubahan berkembang dengan baik, sementara mereka yang tidak mungkin berjuang untuk bertahan hidup.
Konsep "manajemen perubahan" adalah salah satu akrab di kebanyakan bisnis saat ini. Tapi, bagaimana bisnis mengelola perubahan (dan seberapa sukses mereka dalam hal itu) sangat bervariasi tergantung pada sifat dari bisnis, perubahan dan orang yang terlibat. Dan bagian penting dari ini tergantung pada seberapa jauh orang di dalamnya memahami proses perubahan.
Salah satu model landasan untuk memahami perubahan organisasi dikembangkan oleh Kurt Lewin kembali di tahun 1950-an, dan masih memegang hari ini benar. Model-Nya dikenal sebagai Unfreeze - Ubah - Refreeze, mengacu pada proses tiga-tahap perubahan ia menjelaskan. Lewin, seorang ahli fisika serta ilmuwan sosial, menjelaskan perubahan organisasi dengan menggunakan analogi mengubah bentuk balok es.
Memahami Lewin's Model
Jika Anda memiliki sebuah kubus besar es, tapi menyadari bahwa apa yang Anda inginkan adalah kerucut es, apa yang Anda lakukan? Pertama, Anda harus melelehkan es untuk membuatnya menerima perubahan (mencairkan). Kemudian Anda harus membentuk air es ke dalam bentuk yang Anda inginkan (perubahan). Akhirnya, Anda harus memantapkan bentuk baru (refreeze).
Enterprise Resource Planning (ERP) atau Perencanaan sumber daya perusahaan adalah sistem terpadu berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal dan eksternal berwujud termasuk aset, sumber daya keuangan, bahan, dan sumber daya manusia. Ini merupakan arsitektur perangkat lunak yang bertujuan untuk memfasilitasi aliran informasi antara semua fungsi bisnis dalam batas-batas organisasi dan mengelola hubungan dengan para stakeholder di luar. Dibangun di atas sentralisasi database dan biasanya menggunakan platform komputasi yang umum, sistem ERP mengkonsolidasi semua operasi bisnis menjadi perusahaan seragam dan lingkungan sistem yang luas.
Sistem ERP dapat berada pada server terpusat atau didistribusikan di seluruh modular unit perangkat keras dan perangkat lunak yang menyediakan “pelayanan” dan berkomunikasi pada jaringan area lokal. Desain terdistribusi memungkinkan sebuah bisnis untuk mengumpulkan modul-modul dari vendor yang berbeda tanpa memerlukan penempatan beberapa salinan yang kompleks, sistem komputer mahal di daerah-daerah yang tidak akan menggunakan kapasitas penuh.
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
Dalam era persaingan global ini, perusahaan jasa dan manufaktur dituntut untuk bersaingan dengan maksimal dengan para kompetitor untuk mendapatkan pendapatan yang lebih agar perusahaan lebih bertahan. Apalagi perusahaan juga harus melakukan respon yang cepat terhadap pasar yang ada dikarenakan tuntutan dari pasar yang bergerak secara dinamis. Selain itu rantai pasok (supply chain) harus bergerak secara cepat untuk memenuhi kebutuhan mulai dari bahan baku dari pemasok (supplier) sampai barang yang sudah jadi yang berada di konsumen. Oleh karena itu perlu suatu adanya monitoring untuk memantau aktivitas perusahaan untuk memudahkan proses kerja.
Salah satu sistem yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu dengan menggunakan sistem informasi Enterprise Resource Planning (ERP) atau perencanaan sumber daya perusahaan. ERP dapat berperan dalam memantau proses produksi, ketersediaan bahan material, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan dan sumber daya manusia yang nantinya akan dijadikan sebagai analisis pengambil keputusan manajemen.
ERP merupakan suatu sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi di perusahaan. Sesuai dengan namanya, Enterprise berarti memiliki makna secara menyeluruh sehingga semua terpusat pada satu sistem. ERP ini sudah meliputi semua fungsi dasar dari perusahaan. Bahkan bisa diterapkan pada organisasi non profit,pemerintah, dan berbagai jenis lembaga lainnya.
Misalkan daftar order dari pelanggan di ERP akan langsung diproses di bagian produksi sesuai dengan kemampuan kapasitas produksi. Kemudian Material dan bahan baku akan tercatat menjadi berkurang sesuai dengan kebutuhan produksi tersebut. Jika material akan berkurang maka akan secara otomatis melakukan order kebagian supplier. Setelah barang jadi ERP juga akan mengalokasikan distribusi hingga sampai produk tersebut sampai di tangan pelanggan. Termasuk juga aliran keuangan perusahaan. Sehingga semua aktivitas perusahaan yang mencakup semua divisi atau departemen berada pada satu pusat dan secara real-time.
Dalam ERP ada beberapa modul yang saling terkait dengan yang lain dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Adapun beberapa modul yang ada yaitu: Manufacturing, Supply Chain management, Financial, Project Managements, Procurement, Service Management, Sales Management, Human resource, Customer Relationship Management, data warehousing dan Business Intellegence.
Dengan adanya ERP, manajemen bisa melakukan analisa terhadap perusahaan untuk mengetahui tren dan perkembangan di perusahaan sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Salah satunya dari fungsi pelaporan ERP yang sistematis dan mudah. Adapun manfaat lain yang bisa diperoleh yaitu:
ERP membantu memperlancar proses bisnis dan membuatnya jadi lebih mudah, murah, cepat dan efisien.
Meningkatkan etos kerja karyawan, karena proses kerja tersusun sesuai dengan standar operasi perusahaan yang sudah dibakukan.
Meningkatkan jumlah penjualan, karena sistem ERP ini membantu dalam keluar masuknya arus barang.
Menambah daya saing perusahaan, karena ERP membantu dalam distribusi produk dengan memberikan informasi yang cepat dan akurat bagi konsumen.
Mengurangi biaya dari aktifitas yang tidak memiliki nilai tambah.
Aplikasi ERP Ada banyak aplikasi dari ERP yang bisa digunakan. Banyak Software ERP yang diperuntukan berbagai jenis industri, ada yang khusus untuk industri tertentu dan ada pula yang bisa untuk semua industri.Banyak untuk memperoleh software ERP harus mengeluarkan anggaran yang besar. Namun software yang mahal belum tentu berhasil dan sesuai dengan perusahaan.Tergantung dari sistem proses bisnis yang ada.
Beberapa contoh ERP yang berbayar yaitu:
Microsoft Dynamic.
SAP R3 (SAP ERP)
SAP Business One
Infor ERP X2. ERP berbasis IBM.
Net Suite
Exact Software
SYSPRO
Accpac
Epicor
Excel ERP
Sedangkan alternatif biaya murah dapat menggunakan software yang bersifat opensource. Misalnya :
OpenBravo
Compiere
XTuple
Apache OFBiz
Adecompiere
Jika perusahaan ingin menggunakan software ERP pastikan dulu dengan keputusan tepat. Hal ini dikarenakan penerapan ERP diperusahaan merupakan investasi yang mahal dan berjangka panjang. Perusahaan harus mengeluarkan anggaran yang lebih untuk sistem, training dan anggaran yang lain.
Apa itu CMS (Content Management System) ? CMS adalah sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian, setiap orang, penulis maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk membuat, menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster. (ilmukomputer.com)
Penggunaan CMS juga bermacam-macam, berikut diantaranya : a. Mengelola website pribadi atau lebih dikenal dengan blog. b. Mengelola website perusahaan/bisnis. c. Portal atau website komunitas. d. Galeri foto, dan lain sebagainya. e. Forum. f. Aplikasi E-Commerce. g. Dan lain-lain.
Macam-Macam CMS Open Source :
1. Drupal Drupal adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL, Pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Drupal dapat diunduh secara bebas dan dapat digunakan secara bebas juga, sehingga memungkinkan setiap orang baik secara individu maupun komunitas untuk mempublikasi, mengatur dan mengorganisir berbagai jenis dari isi/konten pada website.
Meskipun menurut beberapa pengembang Drupal dibilang cukup sulit untuk pengguna baru, namun dengan berbagai keunggulannya, Drupal merupakan salah satu CMS terbaik. Bahkan, Kemampuannya tidak sekedar sebagai CMS, namun, dengan API-nya Drupal juga dapat digunakan sebagai Framework dalam membangun aplikasi berbasis Web CMF.
2. Joomla Joomla! adalah Sistem manajemen konten (SMK atau CMS) yang bebas dan terbuka (free opensource) ditulis menggunakan PHP dan basisdata MySQL untuk keperluan di internet maupun intranet. Joomla pertamakali dirilis dengan versi 1.0.0. Fitur-fitur Joomla! diantaranya adalah sistem caching untuk peningkatan performansi, RSS, blogs, poling, dll. Joomla! menggunakan lisensi GPL. Asal kata Joomla sendiri berasal dari kata Swahili yang mengandung arti “kebersamaan”.
Joomla versi awal yaitu 1.0.0 merupakan versi alias dari Mambo 4.5.2.3 yang dikembangkan oleh “Pengembang Inti Mambo hingga Agustus 2005″ yang hengkang dari Mambo.
3. Wordpress CMS terpopuler saat ini? Wordpress! Tidak terbantah lagi kalau CMS yang satu ini digunakan oleh begitu banyak website terutama web-blog, CMS ini cocok sekali digunakan untuk website berbasis news atau berita. Kesederhanaan administrator sidenya membuat CMS ini sangat fasih digunakan untuk pemula sekalipun. Kemampuan templatingnya sangat digemari juga karena sangat mudah dimengerti.
Mengejutkan ketika sekarang wordpress dengan pluginsnya yang berkembang pesat sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan CMS corporate bahkan digunakan sebagai simple shoping chart. Kelebihan lain dari CMS ini sangat mudah dioptimasi menjadi sebuah website yang search engine friendly dengan tag sistemnya, friendly url, custom meta, auto ping, sitemap dan rss-nya. Penggunaan CMS ini kami sangat sarankan untuk website berskala kecil atau website berbasis berita dan weblog.
1.osCommerce Singkatan dari Open Source Commerce adalah online store-management software. osCommerce cenderung lebih spesific kepada penggunaan CMS sebagai eCommerce dimana menyediakan segala fasilitas standar dan fungsionaliti. Website : Oscommerce
2. Prestashop Bagi anda yang berniat untuk mempunyai toko online sendiri, anda dapat melihat aplikasi e-commerce opensource yang bernama prestashop. Prestashop sudah terbilang canggih dan mempunyai feature-feature web 2.0 seperti dynamic ajax dan desain yang lumayan seger. Pertama kali melihat tampilan depan anda akan terkesan dengan tampilannya yang sederhana tetapi cukup komplit. Pengoperasiannya cukup mudah bagi pengunjung ataupun administrator untuk mengikuti navigasi pada saat pencarian katalog product. Website : Prestashop
3. Magento Satu lagi pilihan aplikasi platform ecommerce yaitu Magento – Open Source eCommerceEvolved. Perlahan tapi pasti Magento bisa menggeser pendahulu-pendahulunya seperti OsCommerce, Joomla dengan Virtuemart-nya, dsb. Magento merupakan pemenang Best Commerce di SourceForge 2008. Walaupun proses instalasinya terhitung masih cukup sulit, tapi fitur, user interface, dan lain-lain bisa diandalkan dan lumayan keren. Website : Magento
Macam-macam CMS lainnya :
1. b2evolution b2evolution is a blog script featuring multiple blogs, categories/sub-categories, skins, search function, multiple languages, search engines friendly URLs. Homepage: http://b2evolution.net/ b2evolution support forum
2. phpWebSite phpWebSite is a very powerful Content Management System with document manager, announcements, menu manager, photo album, block maker, FAQ, web pages maker, polls, information categorizer, calendar, link manager, form generator. Homepage: http://phpwebsite.appstate.edu/ phpWebSite support forum
3. phpBB phpBB is a widely-popular open-source bulletin-board package, works well, simple user interface and admin panel, clean look, scales well, and can be customized. Homepage: http://www.phpbb.com/ phpBB support forum
4. Simple Machines SMF (Simple Machines Forum) Elegant. Effective. Powerful. Free. SMF is all of the above. SMF is a next-generation community software package and is jam-packed with features, while at the same time having a minimal impact on resources. Homepage: http://www.simplemachines.org/ SMF support forum
5. Coppermine Coppermine is an Image Gallery system featuring categories and albums, thumbnails and intermediate size pics, search feature, new and random pictures, user management (private galleries, groups), user comments, e-cards feature, slideshow viewer. Homepage: http://coppermine.sourceforge.net/ Coppermine Photo Gallery support forum
Data Mining (DM) adalah salah satu bidang yang berkembang pesat karena besarnya kebutuhan akan nilai tambah dari database skala besar yang makin banyak terakumulasi sejalan dengan pertumbuhan teknologi informasi. Definisi umum dari DM itu sendiri adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual dari suatu kumpulan data. Dalam review ini, penulis mencoba merangkum perkembangan terakhir dari teknik-teknik DM beserta implikasinya di dunia bisnis.
Kata Kunci: data mining, data warehouse, association rule mining, classification, clustering
Pendahuluan
Perkembangan data mining(DM) yang pesat tidak dapat lepas dari perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan data dalam jumlah besar terakumulasi. Sebagai contoh, toko swalayan merekam setiap penjualan barang dengan memakai alat POS(point of sales). Database data penjualan tsb. bisa mencapai beberapa GB setiap harinya untuk sebuah jaringan toko swalayan berskala nasional. Perkembangan internet juga punya andil cukup besar dalam akumulasi data.
Tetapi pertumbuhan yang pesat dari akumulasi data itu telah menciptakan kondisi yang sering disebut sebagai “rich of data but poor of information” karena data yang terkumpul itu tidak dapat digunakan untuk aplikasi yang berguna. Tidak jarang kumpulan data itu dibiarkan begitu saja seakan-akan “kuburan data” (data tombs).
DM adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual. Patut diingat bahwa kata mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Karena itu DM sebenarnya memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistik dan database. Beberapa teknik yang sering disebut-sebut dalam literatur DM antara lain : clustering, classification, association rule mining, neural network, genetic algorithm dan lain-lain.
Yang membedakan persepsi terhadap DM adalah perkembangan teknik-teknik DM untuk aplikasi pada database skala besar. Sebelum populernya DM, teknik-teknik tersebut hanya dapat dipakai untuk data skala kecil saja.
Di sini, penulis mencoba untuk memberi gambaran sekilas atas perkembangan terakhir teknik-teknik DM sambil memberikan juga ilustrasi pemakaian di dunia bisnis. Penulis juga menyajikan pengertian konfigurasi penyimpanan data yang memudahkan pemakai untuk melakukan DM yang umum disebut dengan data warehouse.
Proses Data Mining
Disini akan diuraikan tahap-tahap DM dan pengertian data warehouse.
Tahap-Tahap Data Mining
Karena DM adalah suatu rangkaian proses, DM dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang diilustrasikan di Gambar 1[4]:
1. Pembersihan data (untuk membuang data yang tidak konsisten dan noise)
2. Integrasi data (penggabungan data dari beberapa sumber)
3. Transformasi data (data diubah menjadi bentuk yang sesuai untuk di-mining)
4. Aplikasi teknik DM
5. Evaluasi pola yang ditemukan (untuk menemukan yang menarik/bernilai)
6. Presentasi pengetahuan (dengan teknik visualisasi)
Tahap-tahap tsb. bersifat interaktif di mana pemakai terlibat langsung atau dengan perantaraan knowledge base.
Data Warehouse
Biasanya perusahaan-perusahaan memakai database dalam operasi sehari-harinya seperti pencatatan transaksi jual-beli, administrasi pengiriman barang, inventori, penggajian dsb yang lazim disebut dengan OLTP (online transaction processing). Dengan makin besarnya kebutuhan akan analisa data untuk mempertahankan keunggulan dalam kompetisi, banyak perusahaan yang juga membangun database tersendiri yang khusus digunakan untuk menunjang proses pengambilan keputusan (decision making) atau lazim juga disebut dengan OLAP (online analytical processing).
Berbeda dengan OLTP yang hanya memakai operasi query yang sederhana dan berulang-ulang, query untuk OLAP biasanya lebih rumit , bersifat adhoc, dan tidak melibatkan operasi data update. OLAP juga tidak memakai data operasi sehari-hari begitu saja, tetapi memakai data yang sudah terangkum dengan model data yang disebut data cube. Data cube adalah presentasi data multidimensi seperti jenis barang, waktu, lokasi dsb. Ilustrasi dari data cube ditunjukkan di Gambar 2.
Dimensi pada data cube dapat dibuat bertingkat, contohnya dimensi lokasi dapat dibagi menjadi kota, propinsi dan negara. Sedangkan dimensi waktu mencakup jam, hari, minggu, bulan, tahun dsb. Dengan ini pemakai dapat dengan mudah mendapat rangkuman informasi dari tingkatan dimensi yang lebih luas/umum seperti negara atau tahun dengan operasi yang disebut roll-up seperti ditunjukkan di Gambar 2. Sebaliknya dengan operasi drill-down, pemakai dapat menggali informasi dari tingkatan dimensi yang lebih detil seperti data harian atau data di lokasi yang spesifik.
Data cube yang tersedia pada data warehouse memungkinkan pemakai untuk menganalisa data operasi sehari-hari dengan berbagai sudutpandang, dan sangat berguna untuk mengevaluasi suatu asumsi bisnis. Akan tetapi untuk mendapatkan informasi yang tidak diketahui secara eksplisit diperlukan satu tahap lagi yaitu aplikasi teknik DM. Disini data warehouse merupakan data mentah untuk DM. Data warehouse sendiri secara periodik diisi data dari OLTP setelah menjalani pembersihan dan integrasi data. Karena itu ada pula anggapan bahwa DM adalah tahap lanjut dari OLAP.
Teknik-Teknik Data Mining
Dengan definisi DM yang luas, ada banyak jenis teknik analisa yang dapat digolongkan dalam DM. Karena keterbatasan tempat, disini penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang tiga teknik DM yang paling populer.
Association Rule Mining
Association rule mining adalah teknik mining untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item. Contoh dari aturan assosiatif dari analisa pembelian di suatu pasar swalayan adalah bisa diketahui berapa besar kemungkinan seorang pelanggan membeli roti bersamaan dengan susu. Dengan pengetahuan tsb. pemilik pasar swalayan dapat mengatur penempatan barangnya atau merancang kampanye pemasaran dengan memakai kupon diskon untuk kombinasi barang tertentu. Penting tidaknya suatu aturan assosiatif dapat diketahui dengan dua parameter, support yaitu persentase kombinasi item tsb. dalam database dan confidence yaitu kuatnya hubungan antar item dalam aturan assosiatif.
Algoritma yang paling populer dikenal sebagai Apriori dengan paradigma generate and test, yaitu pembuatan kandidat kombinasi item yang mungkin berdasar aturan tertentu lalu diuji apakah kombinasi item tsb memenuhi syarat support minimum. Kombinasi item yang memenuhi syarat tsb. disebut frequent itemset, yang nantinya dipakai untuk membuat aturan-aturan yang memenuhi syarat confidence minimum[1]. Algoritma baru yang lebih efisien bernama FP-Tree[5].
Classification
Classification adalah proses untuk menemukan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang labelnya tidak diketahui. Model itu sendiri bisa berupa aturan “jika-maka”, berupa decision tree, formula matematis atau neural network.
Decision tree adalah salah satu metode classification yang paling populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia. Contoh dari decision tree dapat dilihat di Gambar 3. Disini setiap percabangan menyatakan kondisi yang harus dipenuhi dan tiap ujung pohon menyatakan kelas data. Contoh di Gambar 3 adalah identifikasi pembeli komputer, dari decision tree tsb. diketahui bahwa salah satu kelompok yang potensial membeli komputer adalah orang yang berusia di bawah 30 tahun dan juga pelajar.
Algoritma decision tree yang paling terkenal adalah C4.5[7], tetapi akhir-akhir ini telah dikembangkan algoritma yang mampu menangani data skala besar yang tidak dapat ditampung di main memory seperti RainForest[3]. Metode-metode classification yang lain adalah Bayesian, neural network, genetic algorithm, fuzzy, case-based reasoning, dan k-nearest neighbor.
Proses classification biasanya dibagi menjadi dua fase : learning dan test. Pada fase learning, sebagian data yang telah diketahui kelas datanya diumpankan untuk membentuk model perkiraan. Kemudian pada fase test model yang sudah terbentuk diuji dengan sebagian data lainnya untuk mengetahui akurasi dari model tsb. Bila akurasinya mencukupi model ini dapat dipakai untuk prediksi kelas data yang belum diketahui.
Clustering
Berbeda dengan association rule mining dan classification dimana kelas data telah ditentukan sebelumnya, clustering melakukan penge-lompokan data tanpa berdasarkan kelas data tertentu. Bahkan clustering dapat dipakai untuk memberikan label pada kelas data yang belum diketahui itu. Karena itu clustering sering digolongkan sebagai metode unsupervised learning.
Prinsip dari clustering adalah memaksimalkan kesamaan antar anggota satu kelas dan meminimumkan kesamaan antar kelas/cluster. Clustering dapat dilakukan pada data yan memiliki beberapa atribut yang dipetakan sebagairuang multidimensi. Ilustrasi dari clustering dapat dilihat di Gambar 4 dimana lokasi, dinyatakan dengan bidang dua dimensi, dari pelanggan suatu toko dapat dikelompokkan menjadi beberapa cluster dengan pusat cluster ditunjukkan oleh tanda positif (+).
Banyak algoritma clustering memerlukan fungsi jarak untuk mengukur kemiripan antar data, diperlukan juga metode untuk normalisasi bermacam atribut yang dimiliki data.
Beberapa kategori algoritma clustering yang banyak dikenal adalah metode partisi dimana pemakai harus menentukan jumlah k partisi yang diinginkan lalu setiap data dites untuk dimasukkan pada salah satu partisi, metode lain yang telah lama dikenal adalah metode hierarki yang terbagi dua lagi : bottom-up yang menggabungkan cluster kecil menjadi cluster lebih besar dan top-down yang memecah cluster besar menjadi cluster yang lebih kecil. Kelemahan metode ini adalah bila bila salah satu penggabungan/pemecahan dilakukan pada tempat yang salah, tidak dapat didapatkan cluster yang optimal. Pendekatan yang banyak diambil adalah menggabungkan metode hierarki dengan metode clustering lainnya seperti yang dilakukan oleh Chameleon[6].
Akhir-akhir ini dikembangkan juga metode berdasar kepadatan data, yaitu jumlah data yang ada di sekitar suatu data yang sudah teridentifikasi dalam suatu cluster. Bila jumlah data dalam jangkauan tertentu lebih besar dari nilai ambang batas, data-data tsb dimasukkan dalam cluster. Kelebihan metode ini adalah bentuk cluster yang lebih fleksibel. Algoritma yang terkenal adalah DBSCAN[2]
Penutup
Ada bermacam-macam teknik DM termasuk yang tidak diulas disini. Untuk mendapatkan hasil DM yang optimal tidak hanya diperlukan pemahaman akan teknik tsb. tapi juga model permasalahan yang dihadapi.