Ingin aku seperti mereka, Hidup normal mempunyai kelauarga yang saling mencintai. Dengan seorang pemimpin yang selalu memberi nasehat sehabis makan malam,mempunyai ibu yang setiap pagi membangunkanku dikala ayam berkokok, Memberikan tangannya untuk ku cium dikala aku akan berangkat mencari ilmu,menjadi makmum sesudah metahari tenggelam. Aku tidak iri dengan mereka mungkin ini garisku keras penuh rintangan ujian sumber dari masalah.
Ingin aku seperti mereka, Hidup normal mempunyai seorang gadis yang mencintaiku apa adanya tak berfikir entah itu umurku yang lebih rendah darinya atau bahkan ada seseorang yang tidak menyetujuinya. Selalu ku sayang,saling memberi masukan,saling membangunkan ketika salah satu dari kami terjatuh. Lagi lagi memang garis berkata lain apa yang aku impikan memang tidak sesuai dengan apa yang aku alami,bohong tidak sesuai dengan katanya yang lembut nan manis ketika habis kucium keningnya.
Ingin aku seperti mereka, Hidup normal mempunyai seorang rekan kerja yang baik saling membantu,saling berbagi. Tapi itu hanyalah angan yang ada hanya menikung dari belakang.
Dunia ini kosong palsu menyakitkan ........
Membuatku bingung kemana lagi harus ku pijakkan kaki arah mana yang harus ku tempuh dan apa yang akan ku raih setelah kepalsuan seorang wanita mematahkan cita2ku harapanku dan kerja kerasku selama ini,wanita yang memang bukan yang pertama bagiku namun patokan hidupku yang selama ini aku cari karena ombang ambing keluargaku.
Aku harus pergi mencari tujuan yang pasti
Aku harus pergi meraih cita2 yang suci
Aku harus pergi membuat suatu bukti
Tidak untuk siapa atau mereka
Tidak pula kepada dunia
Aku harus pergi meraih mimpi
Aku harus pergi meski ke ujung pelangi
Aku harus pergi meski terjal kulewati
Tidak untuk dia
Tidak untuknya
Tidak pula untukku
Aku harus pergi untuk sesuatu yang pasti.
Hanya itu semangatku sekarang, kan kutempuh jalan yang aku pun tak tau apa yang akan aku raih disana.
Ingin aku seperti mereka, Hidup normal mempunyai seorang gadis yang mencintaiku apa adanya tak berfikir entah itu umurku yang lebih rendah darinya atau bahkan ada seseorang yang tidak menyetujuinya. Selalu ku sayang,saling memberi masukan,saling membangunkan ketika salah satu dari kami terjatuh. Lagi lagi memang garis berkata lain apa yang aku impikan memang tidak sesuai dengan apa yang aku alami,bohong tidak sesuai dengan katanya yang lembut nan manis ketika habis kucium keningnya.
Ingin aku seperti mereka, Hidup normal mempunyai seorang rekan kerja yang baik saling membantu,saling berbagi. Tapi itu hanyalah angan yang ada hanya menikung dari belakang.
Dunia ini kosong palsu menyakitkan ........
Membuatku bingung kemana lagi harus ku pijakkan kaki arah mana yang harus ku tempuh dan apa yang akan ku raih setelah kepalsuan seorang wanita mematahkan cita2ku harapanku dan kerja kerasku selama ini,wanita yang memang bukan yang pertama bagiku namun patokan hidupku yang selama ini aku cari karena ombang ambing keluargaku.
Aku harus pergi mencari tujuan yang pasti
Aku harus pergi meraih cita2 yang suci
Aku harus pergi membuat suatu bukti
Tidak untuk siapa atau mereka
Tidak pula kepada dunia
Aku harus pergi meraih mimpi
Aku harus pergi meski ke ujung pelangi
Aku harus pergi meski terjal kulewati
Tidak untuk dia
Tidak untuknya
Tidak pula untukku
Aku harus pergi untuk sesuatu yang pasti.
Hanya itu semangatku sekarang, kan kutempuh jalan yang aku pun tak tau apa yang akan aku raih disana.