
*****
Mulai ku mengenang dirimu saat itu, saat dimana hati kita masih bersatu. Tapi itu hanya bisa ku ukirkan dalam sebuah aliran waktu. dalam layu lesum pipimu masih saja menggoda mataku merayu tapi terkadang ada yang mengganggu air mata yang menganak sungai menutupi lesum pipimu yang indah. Kau yang tak pernah lelah seperti cahaya yang setiap hari mengabdi kepada titah. Aku kagum denganmu sangat kagum.
*****
Perlahan kekagumaku padamu kian besar saja hingga ada kata dalam hati untuk menjadikanmu yang terakhir bagiku yang memang bukan pertama bagi ku hanya pernah mengisi hatiku. Aku tak tau apa jalan pikiranmu teka teki yang sampai saat ini membuatku bingung hanya satu alasanmu “ketenangan” dan aku pernah menanyakan kebahagiaanmu, anggukanmu membuat pikiranku kau yakin kepadaku, tapi ternyata salah sekarang tiada seindah waktu itu bagiku malam yang dulu kau sulap menjadi mimpi mimpi indah kini kau jadikan sebuah keseraman hingga sebuah cinta yang dulu aku genggam erat kini licin dan lari menjadi sebuah benci yang terkadang terus menghatui.
*****
Apa yang aku takutkan selama ku kenal denganmu kini sudah terlewati yaitu kehilangan …………….